Kamis, Juli 25, 2013

Aku, Kamu, dan Masa Lalu Kita



*kisah ini hanya fiktif belaka, sebagai sebuah hiburan untuk mereka yang mengingat masa lalunya*

Sorry, I never told you
All I wanted to say
And now it’s too late to hold you
‘Cause you’ve flown away
So far away..

Tembang lama mengalun menemani soreku hari ini. Lagu cinta yang sarat akan penyesalan akan masa lalu. Dan seketika sebuah memori terulang dalam benakku seolah menjadi video dari tembang cinta itu.

Sebuah memori tentang kamu dan masa lalu kita. Dulu, dulu sekali, kita pernah menjalin kisah berdua. Tapi itu semua sudah berlalu dan aku tak yakin kau masih mengingat kisah itu. Mungkin sudah menjadi cerita usang yang sudah kau letakkan di bawah tumpukan folder ‘peristiwa tak penting’ dalam ingatanmu.

Yah, tidak mengapa karena aku juga tidak mengharapkan kisah kita terulang lagi, meski kuakui hari-hari bersamamu kala itu sangat manis, bahkan teramat manis dan terlalu indah untuk terhapus begitu saja. Nyatanya aku masih mengingatnya, dengan jelas malah. Sebuah cinta pertama, jika tidak ingin menganggapnya sebagai cinta monyet belaka, yang terjadi di kala usia kita masih sangat belia.

Tiba-tiba tanpa dapat kuantisipasi, berbagai rasa penasaran menyeruak dalam hatiku. What if we were still together until now? What if we met again? What would happen then? Banyak kata ‘bagaimana jika’ yang menyerang kepalaku saat ini. Mungkin aku hanya merindukanmu, sebuah potongan masa lalu tentang rasa cinta yang masih lugu.

Merindukan saat kita bersama tertawa dalam canda dan melakukan kegilaan berdua. Rindu akan wajah tertawamu yang terlihat seperti kucing. Pun juga perasaan sayang yang tanpa alasan. Bukan aku menyayangimu karena kamu pandai. Bukan aku menyukaimu karena kamu idola di sekolah. Bukan. Tapi murni aku menyukaimu karena aku merasa bahagia di dekatmu dulu. Aku bisa tertawa lepas dan marah tanpa tedeng aling-aling di depanmu. Bahkan aku yang dikenal galak masih bisa tersenyum malu-malu jika berhadapan denganmu.

Hahaha, masa yang menyenangkan. Sedang apa kau sekarang? Masih ingatkah kamu tentang cerita kita? Tidakkah kau mengingatku barang sedetik saja? Aku penasaran, pernahkah aku muncul dalam pikiranmu meski hanya sekejap seperti kamu yang tiba-tiba hadir dalam otakku?

Anyway, di mana pun kamu berada, semoga Tuhan selalu melindungimu. Dan satu yang dulu mungkin tidak sempat kukatakan ketika hari kelulusan kita dan kau menarikku ke balik gang dekat sekolah, sebenarnya aku dulu masih menyukaimu. Bagaimana bila ternyata aku mengungkapkannya padamu? Akankah kisah kita berubah? Mungkin.

Namun, mungkin saja jalan ini yang terbaik bagi kita. Karena aku sekarang juga merasa bahagia, dan kuharap kau pun begitu.



Masa lalu bukan untuk diratapi dan dipertanyakan lagi.
Masa lalu hanya perlu dipelajari dan dikenang ketika kita menapaki masa kini.
Masa lalu tidak untuk dilupakan, namun untuk dihargai karena telah menuntun kita ke masa kini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar