

Rules:
1. Copy image di atas
2. Tulis sembarang komen pasal pengantar
(rules ditulis ulang menggunakan bahasaQ)
3.Send ke blogger yang u mw ( unlimited)

The aims of this award:
• As a dedication for those who love blogging activity and love to encourage friendships through blogging.
• To seek the reasons why we all love blogging!
Here are the rules of the award:
• Put the award in one post as soon as you receive it.
• Don’t forget to mention the person who gives you the award.
• Answer the award’s question by writing the reason why you love blogging.
• Tag and distribute the award to as many people as you like.
• Don’t forget to notify the award receivers and put their links in your post.
And this is the reasons Why I love blogging...
to kill my boredom wihtout doing anything, to have more friends than before, and because blogging is something fun hehe...
tag:li>Ghieta
Mahenda
Jenny
Bodhi
THANKS TO: Neno
Hwa..... bentar lagi UAN datang.....
kurang berapa gari ya?????
16 hari lagi!!!!!!
countdown event dimulai......
harus siap tempur..... DOAIN YAH!!!!
hmmmm...
aQ pengen ngungkapin sesuatu yang lagi aQ rasain sekarang....
aQ baru sadar berdiri di balik bayang seseorang terasa sangat menyesakkan...
aQ nggak tau itu sampai akhirnya aQ sadar kalo selama ini ada seseorang yang ngangep aQ hanya sebagai sesatu yang ada dalam hidupnya bukan seseorang...
Selama ini ternyata aQ hanya bisa ngeliat dia dari belakang dari dalam bayang-bayangnya bukan dari hadapannya atau mungkin sampingnya.aQ selalu saja hanya mampu melihat punggungnya pergi menjauh dan semakin menjauh dari hadapku..seolah aQ tak akan pernah bisa meraihnya.
aQ merasa iri dengan seseorang yang selalu dipandang olehnya.seolah ia tak pernah mau melepaskan pandangannya walau sedetik.seolah ia tek rela kehilangan kesempatan untuk selalu melihat seseorang itu.
Dia...memandang seseorang itu dengan tatapan yang memang hanya untuk "dia" seorang
apa aQ nggak akan pernah bisa lepas dari bayangnya dan berdiri sendiri, membuatnya melhat aQ yang sebenarnya?
Hati..
Terluka perih
tertusuk ribuan duri
Memandang pedih
sang pujaan hati
berjalan bersama sang mentari
Diri...
terasa mati
di dalam bayang kasih
Tak mampu bersanding
tak berbanding dengan mentari
Sakit..
Perih...
Pedih...
sadar aku tak akan pernah bisa bersanding di samping yang terkasih